Pendidikan Karakter

Iklan
Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Pendidikan karakter

Membentuk kecerdasan spiritual anak . Heritage Foundation  telah menyusun 9 pilar karakter , yaitu

1. Cinta Tuhan dan segenap ciptaannya

2. Kemandirian dan tanggung jawab

3. Kejujuran/amanah, bijaksana

4, Hemat dan santun

5. Dermawan, penolong, dan gotong royong

6. Percaya diri, kreatif, dan pekerja keras.

7. Kepemimpinan dan keadilan

8. Baik dan rendah hati

9. Toleransi, damai, dan kesatuan

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

air

Air

Ada air hujan, ada air mata, ada air sumur, dan ada air seni, iutlah air banyak namanya dan banyak fungsinya. Dapat dibayangkan bagaimana jadinya dunia ini kalo tidak air. Apa kita mengharapkan dari air keringat, tidak, itupun harus dari air minum asalnya, asal jangan kebanyakan. Semua makhluk hidup utuh air selama bumi ini masih ada, karena masih ada siklus air, hamya saja mungkin kualitas air yang berbeda dan ketersediaannya yang terbatas(?).

Air memang sudah menjadi barang mewah untuk disebagian tempat,  lebih mahal air dibandingkan dengan premium, coba bandingkan  harga seliter air mineral  dengan seliter  premium.  Apa kita harus minum premium agar larinya kencang.  Di beberapa tempat akibat penggunaan air yang tidak terkontrol untuk perumahan mewah dan hotel – yang menyedot air tanah mengakibatkan dan dikhawatirkan akan terjadi amblas dan  untuk yang dekat laut air tanahnya menjadi asin.

Air yang berlebihan, banjir juga tidak diharapkan  karena akan  banyak yang menjadi korban dan merusak struktur dan infrastruktur kehidupan. Dalam rangka hari air sedunia, maka gunakanlah air secara sederhana, secukupnya, Kalau memang cukup segayaung mengapa harus seember, kalau cukup seember mengapa harus sepadasan.

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Air

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Orang Kreaatif

Ciri – Ciri Orang kreatif

1. Menciptakan inovasi baru

2. Berpikir divergent/  berlaianan, berbeda dengan yang lainnya

3. Penuh imaji9nasi, penuh ide yang cemerlang, dan mampu melahirkan orsinilitas

4. Disiplin tinggi

5. Rasa ingin tahu tinggi

6. Berani mengambil resiko, bukan nekad, dan tidak malu akan kesalahan di jalan yang benar

7. Fleksibel, tidak terpaku pada yang baku,

8. Mau dikritik

9. Humoris

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Semangat Kartini

Mungkin orang modern sekarang ini merasa kurang nyaman menamakan anaknya kartini, berbeda dengan puluhan tahun yang lalu. Para orang tua dengan bangga akan menamakan anaknya dengan kartini. Kartini adalah pejuang emansipasi yang mempunyai pola piker jauh ke depan yang mendahului zamannya. Jepara adalah bumi kartini di sanalah ia dilahirkan dan dibesarkan oleh keluatga ningrat Jawa yang berpegang tegug pada adat pada masa itu. Kartini dilahirkan di kraton yang berpegang teguh pada Kartini.

Kartini dilahirkan pada tanggal 21 April 1879  Ia adalah anak seorang bangsawan yang berpegang teguh pda adat istiadat Jawa. Setelah lulus Sekolah Dasar  ia tidak diizinkan ayahnya untuk melanjutkan sekolah. Ia dipingit sambil menunggu jodoh datang. Selama ia dipingit ia mengumpukan berbagai buku, termasuk lbuku pelajarannya sekolahnya yang sudah dipelajarinya, bukan itu saja, ia juga membaca buku asing lainnya. Selama ia membaca, ia ditemani si mboknya. Dari hal inilah ia benyak mengetahui tentang kemajuan wanita luar, terutama wanita Eropa yang sudah sangat maju.

Dari sinilah ia terinspirasi untuk lebih maju. Ia juga rajin berkorespondensi dengan temannya di Negeri Belanda yaitu Mr. JH. Abendanon, ia memhon kepadanya agar Pemerintah Kerajaan Belanda mau memberikan bea siswa kepadanya. Belum ia sempat ia nikmati bea siswa itu ia keburu dinikahkan oleh ayahnya dengan R. Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia pindah ke Rembang. Di Rembang dengan dukungan suaminya ia berhasil mendirikan sekolah, dengan nama sekolah kartini, yang mengajarkan bukan hanya pelajaran kewanitaan, tetapi pelajaran umum juga.Sekolah Kartini yang didirikan adalah di Surabaya, Malang, Jogjakarta, Cirebon,dan madiun.

Pada tanggal 17 September 1904 kartini menghadap yang kuasa untuk selamanya, Setelah Ia melahirkan ananya yang pertama. Setelah Kartini meninggal Mr. JH. Abendanon mengumpulkan surat – surat kartini yang pernah di kirim temannya kepada orang Belanda, Surat – surat yang dikumpulkan diberi judul “Door Duisternis Tot Licht” atau “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Dipublikasi di Pendidikan | Meninggalkan komentar

Etika Makan Menurut Islam

Etika makan menurut  Islam

1. Jangan makan sebelum lapar

2. Cuci tangan sebelum dan sesudah maka

3. Bacalah Basmallah sebelum makan dan Hamdalah sesudah makan

4. Jangan meneguk minuman sekaligus

5. Tidak mencela makanan

6. Makan dengan tangan kanan dan megambil makanan yang terdekat

7. Tidak meniup makanan, karena membahayakan kesehatan

8. Makanlah dengan posisi tegak

9. Duduklah saat makan dan  minum

10. Jangan kekenyangan

dikutip dari buku Panduan Belanja dan Konsumsi Halal, penulis Anton Apriyantono Nurbowo

Dipublikasi di Akhlak | Meninggalkan komentar